Rabu, 19 September 2012

Masa Kanak-kanak

Masa Kanak-kanak
Tentang usia Imam Ali r.a. ketika Rasul Allah s.a.w. mulai melakukan da'wah risalah, terdapat
riwayat yang berlainan. Sebagian riwayat mengatakan, bahwa Imam Ali r.a. pada waktu itu
masih berusia 10 tahun. Sementara ahli sejarah lain mengatakan, Imam Ali r.a. ketika itu telah
berusia 13 tahun. Yang terakhir ini antara lain ditegaskan oleh Syeikh Abul Qasyim Al Balakhiy.
Masalah usia Imam Ali r.a. ini banyak dipersoalkan oleh penulis sejarah, karena ada kaitannya
dengan penilaian: apakah Imam Ali memeluk agama Islam di masa kanak-kanak ataukah setelah
akil baligh. Tampaknya riwayat yang lebih kuat mengatakan bahwa Imam Ali r.a. telah berusia
13 tahun pada waktu Rasul Allah s.a.w. memulai da'wahnya.
Pada waktu Nabi Muhammad s.a.w. menerima tugas da'wah Ilahiyah, Imam Ali r.a.
menyambutnya tanpa bimbang dan ragu. Hal itu dimungkinkan karena lama sebelumnya ia
telah langsung hidup di bawah naungan Rasul Allah s.a.w. Bila ada hal yang ketika itu tidak
mudah difahami Imam Ali r.a. hanyalah mengenai cara-cara pelaksanaan risalah dan beban
tanggung jawab yang harus dipikulnya sebagai orang beriman.
9
Pada waktu Rasul Allah s.a.w. menerima perintah Allah s.w.t. supaya melakukan da'wah secara
terbuka dan terang-terangan, Imam Ali r.a. ikut ambil bagian sebagai pembantu. Imam Ali r.a.
antara lain menyampaikan seruan-seruan Rasul Allah s.a.w. kepada sejumlah orang tertentu di
kalangan anggota-anggota keluarganya.
Tentang hal yang terakhir ini, ibnu Hisyam dalam riwayatnya mengemukakan, bahwa Imam Ali
r.a. pernah mengatakan dengan jelas, bahwa Rasul Allah s.a.w. secara rahasia memberi tahu
kepada siapa saja yang mau menerima dari kalangan anggota-anggota keluarga dan familinya,
mengenai nikmat kenabian yang dilimpahkan Allah kepada beliau dan kepada umat manusia
melalui beliau.
Untuk itu Rasul Allah s.a.w. menyampaikan da'wahnya lebih dahulu kepada anggota-anggota
keluarga yang paling dekat, yaitu isterinya sendiri Sitti Khadijah r.a. dan saudara misan
asuhannya, Imam Ali r.a. Setelah kepada dua orang itu, barulah kepada Zaid bin Haritsah,
putera angkatnya.
Imam Ali r.a. sendiri sebagai orang yang paling dini melakukan tugas da'wah membantu Rasul
Allah s.a.w. pernah menerangkan, bahwa pada masa itu tidak ada satu rumah pun yang
menghimpun anggota-anggota keluarga dalam agama Islam, selain rumah-tangga Rasul Allah
s.a.w. dan Khadijah r.a. "Dan akulah orang ketiga dalam rumah itu. Aku menyaksikan langsung
cahaya wahyu dan risalah serta mencium semerbaknya bau kenabian" demikian kata Imam Ali
r.a.
Ali bin Al Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Imam Ali r.a., melalui sebuah riwayat
memberitahukan kapan datuknya mulai memeluk agama Islam. Ia mengatakan: "Ia beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya tiga tahun lebih dulu sebelum orang lain."

0 komentar:

Posting Komentar